Halaman

Minggu, 30 Januari 2011

Dasar-dasar Organisasi

Sebagai makhluk sosial atau dalam pandangan Aristoteles sebagai human politician, manusia mutlak berorganisasi. Organisasi penting dilakukan baik untuk pemenuhan kebutuhan pribadi maupun kelompok. Dengan demikian dasar-dasar organisasi menjadi kebutuhan selanjutnya agar apa yang menjadi tujuan sebagai makhluk sosial bisa tercapai secara optimal.

Prinsip dasar dalam berorganisasi bisa dianalogikan sebagai sebuah tubuh. Ketika ada bagian tubuh yang sakit, maka seluruh tubuh merasakan rasa sakit itu. Ketika jari kelingking terluka misalnya, maka rasa sakit tak hanya dirasakan oleh jari kelingking sendirian, tapi kepala merasakan nyut-nyutan, mata pun jadi berkunang-kunang. Analogi yang sangat ideal untuk membangun sebuah organisasi, apapun nama dan tujuannya. Sama rata sama rasa.

Sedikitnya ada tiga hal yang melatarbelakangi terbentuknya suatu organisasi. Yang pertama adalah bergabungnya sekumpulan individu yang memiliki tujuan yang sama. Kedua, sebuah organisasi berdiri karena ada sekumpulan individu yang memiliki misi yang sama dan yang terakhir adalah bergabungnya sekelompok orang atas dasar visi dan kesamaan prinsip.
Dari ketiga hal yang melatarbelakangi terbentuknya suatu organisasi tersebut, kita bisa menarik benang merahnya bahwa dasar sebuah organisasi sedikitnya harus memenuhi unsur-unsur adanya orang atau sekelompok orang, adanya tujuan yang ingin dicapai, dan terjadi kerjasama yang baik di antara sesama anggota organisasi untuk mencapai tujuan organisasi tersebut.
Model Organisasi
Ada beberapa tipe organisasi dengan memperhatikan masing-masing karakteristiknya. Secara umum dikenal beberapa model seperti :
• Berdasarkan kepada hubungan personal, sebuah organisasi terbagi ke dalam organisasi formal dan organisasi informal. Sesuai dengan namanya, organisasi formal diatur secara resmi seperti organisasi pemerintah misalnya. Sebaliknya dengan organisasi informal, dibentuk berdasarkan kesamaan minat, kegemaran, dan sifatnya pribadi. Seperti organisasi penggemar sepeda onthel, organisasi pencinta alam, misalnya.
• Berdasarkan tujuannya, organisasi dibagi ke dalam organasasi profit dan organisasi nonprofit. Organisasi yang bertujuan mencari keuntungan atau setidak-tidaknya berorientasi keuntungan, selalu mendasarkan tujuan dan sepak terjangnya untuk mencari keuntungan. Berbeda dengan organisasi yang orientasinya bukan pada keuntungan, tujuan organisasi seperti ini adalah bersifat sosial atau keagamaan.
• Apabila tujuannya berdasar kepada aspek-aspek kehidupan, maka dalam kehidupan masyarakat dikenal seperti organisasi pendidikan, organisasi kesehatan, organisasi peternakan dan lain-lain.
• Model organisasi juga bisa dilihat dari pemegang pucuk kepemimpinan. Model organisasi seperti ini dibagi ke dalam dua bentuk, yaitu bentuk tunggal yang artinya pucuk pimpinan organisasi berada di tangan satu orang, sehingga semua tugas dan kekuasaan bersumber dari satu orang.
Berbeda dengan model tunggal, maka dikenal pula organisasi yang berbentuk komisi. Organisasi yang pemegang kekuasaannya berbentuk komisi, maka semua tugas dan sumber kekuasaan dipikul secara bersama-sama oleh satu badan tertentu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar